Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Pilihan Tempat Berlibur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilihan Tempat Berlibur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

Capolaga Adventure Camp

Desa Cicadas Panaruban–Kec. Jalancagak Merupakan salah satu obyek ekowisata yang ada di kabupaten Subang, terletak di desa Cicadas Panaruban, kecamatan Sagalaherang.
Capolaga Adventure Camp mempunyai keindahan ekosistem sungai Cimuja yang unik berupa air terjun Cimuja, air terjun Karembong dan air terjun Sawer yang dikelola secara kaidah alam. Selain air terjun, di obyek wisata inipun dapat ditemui gua-gua, salah satunya adalah Gua Badak. Dengan didukung oleh fasilitas wisata dan kegiatan out bound, menjadikan obyek ini tempat yang sangat cocok bagi para wisatawan yang mempunyai jiwa petualang.


Fasilitas dan kegiatan yang dapat mendukung kegiatan rekreasi di Capolaga Adventure Camp di antaranya:
1. Out bound
2. Outing.
3. Family atau company gathering.
4. Adventure sport.
5. Tarcking dan bird watching.
6. Tea walk.
7. Lahan perkemahan.
8. Photograhy.
9. Kolam pancing.
Aksesibilitas
Waktu tempuh dari Subang menuju obyek wisata ini yaitu sekitar 45 menit, dari Bandung 1,5 jam sedangkan dari Jakarta via tol Sadang sekitar 3 jam. Adapun kondisi jalan sebagian masih berupa jalan batu.

Sabtu, 11 September 2010

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Parahu, Subang
Tangkuban Perahu, or Tangkuban Parahu in local Sundanese dialect, is an active volcano 30 km north of the city of Bandung , the provincial capital of West java, Indonesia. It is a popular tourist attraction where tourists can hike or ride to the edge of the crater to view the hot water springs upclose, and buy eggs cooked on its hot surface. This stratovolcano is on the island of Java and last erupted in 1983.


Gunung Tangkuban Parahu, Subang
Pemandangan di Puncak Tangkuban Parahu ke arah Utara

Menikmati pemandangan Kawah Ratu dari Gunung Tangkuban Perahu, laksana melihat mangkuk raksasa yang sangat besar dan dalam. Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah demikian juga dasar kawah dapat terlihat cukup jelas sehingga mampu menyajikan pemandangan panoramic yang spektakuler. Kemegahan kawah yang begitu luas dan dalam, setidaknya mampu memaksa pengunjung untuk sejenak terdiam dan takjub akan kebesaran hasil karya Tuhan.
Berada di ketinggian 1860 meter, tepatnya didaerah perbatasan antara Subang dan Bandung - Jawa Barat, objek wisata Tangkuban Perahu memang menjadi salah satu andalan pendapatan daerah setempat.
Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau jawa. Beberapa kali gunung ini tercatat pernah meletus, mengeluarka isi perutnya sehingga menghasilkan sembilan kawah yang tersebar di berbagai tempat di puncak gunung tersebut. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di lokasi ini, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah ratu dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 25 menit menempuh jarak sekitar +/- 1500 meter dari pos pengamat, mengitari tepi Kawah Ratu, berlawanan arah jarum jam.Kawah Ratu Tangkuban Parahu, Subang
Kawah Upas memiliki dasar kawah yang dangkal dan datar, dengan pepohonan liar tampak banyak tumbuh di salah satu sisi dasar kawah. Mungkin dikarenakan dangkal dan tidak terlalu luas, disamping juga harus ditempuh dengan jalan kaki terlebih dahulu, (berbeda dengan Kawah Ratu dimana mobil pribadi bisa parkir tepat di bibir kawah), Kawah upas jarang dikunjungi wisatawan. Kawah Upas Tangkuban Parahu, Subang
Kawah Upas Tangkuban Parahu, Subang
Pemandangan yang disajikan pada Kawah Upas ini cenderung "biasa-biasa" saja, namun dimungkinkan untuk menikmati pemandangan Kawah Ratu dari sisi yang berbeda, mengingat bibir Kawah Ratu dan Kawah Upas menyatu dalam bentuk satu jalur pendakian, dengan Kawah Ratu pada sisi kiri dan Kawah Upas pada sisi kanan. Di kawah ini biasanya pengunjung membuat tulisan dengan menyusun batuan yang ada di dalam kawah, sebagai kenang-kenangan bahwa mereka pernah ke tempat itu. Kawah Domas bentuknya menyerupai cekungan dan mengeluarkan air panas. pada air panas tersebut biasanya wisatawan merebus telur atau sekedar membasuh badan.
Disebagian bibir Kawah Ratu, banyak sekali pedagang dan kios-kios yang siap menjual cinderamata, makanan atau minuman. Berbagai cinderamata mulai dari baju, selendang, topi, gelang/cincin, batu alam, tanaman bonsai, alat musik (angklung) hingga senjata tajam khas daerah Jawa Barat turut dijual di lokasi ini. Kedai makanan dan minuman juga tampak berderet siap melayani pembeli. Belum lagi penjual buah-buahan strawbery dan murbei yang hilir mudik menawarkan dagangannya kesetip pengunjung yang merkea jumpai. Kerajinan tangan berupa tas dan topi dari bulu (kelinci ?) tampak sangat diminati dikarenakan kelembutan bulu-nyasaat disentuh. Bagi pengunjung yang lelah, terutama anak kecil, tersedia pula kuda yang siap mengantar dan melayani pengunjung yang ingin menikmati keindahan Tangkuban Perahu dengan mengendari kuda.
Fasiltas umum seperti toilet dan tempat ibadah (mushola) juga tersedia dilokasi ini, demikian juga pusat informasi wisata yang siap memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh wisatawan seputar wisata di Bandung dan sekitarnya secara gratis. Nampaknya pemda setempat memang cukup serius mengelola objek wisata ini, berbagai fasilitas telah tersedia meskipun masih perlu ditingkatkan lagi terutama fasilitas toiletnya.
Akses ke Tangkuban Perahu :
Jakarta - Tol Cikampek - Subang - Tangkuban perahu
Jakarta - Tol Cipularang - Bandung - Tangkuban perahu
Dari arah Selatan : Bandung-Lembang-Tangkuban Perahu, sejauh 29 Km. Dapat dilalui oleh semua kendaraan bermotor.
Dari arah Barat Daya : Cimahi-Cisarua-Kampung Parompong-Lembang-
Tangkuban Perahu.
Dari arah Utara: Subang-Jalan Cagak-Tangkuban Perahu, sejauh 31 Km. (navigasi.net, wikipedia.com, wisatamelayu.com)

Curug Cibareuhbeuy



             Curug Cibareuhbeuy secara administratif pemerintahan termasuk Desa Cibeusi Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat. Secara wilayah pengelolaan hutan, Curug Cibareubeuy termasuk pada petak 4 RPH Gn.Karamat BKPH Cisalak KPH Bandung Utara Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.
Berdasarkan iklim Schmidt dan Ferguson, Curug Cibareubeuy dan sekitarnya termasuk tipe Iklim Basah dengan curah hujan rata-rata 2.000 mm/th, suhu udara rata-rata 260 C dengan kelembaban rata-rata 60%. Curah hujan terbanyak antara bulan Oktober – Maret dan bulan kering pada bulan Juli – September. Keadaan topografi sebagian besar curam dan terjal dengan elevasi 1.500 m dpl.
         Wana wisata ini memiliki kekayaan sumberdaya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan panorama alamnya yaitu hutan sekunder yang didominasi oleh tegakan Pinus (Pinus merkusii).
Sesuai dengan namanya Curug yang dalam bahasa Sunda berarti Air terjun, daya tarik utama di lokasi wisata Curug Cibareubeuy ini adalah sebuah air terjun dengan ketinggian 40 meter. Wisatawan dapat bermain air dan berendam di kolam kecil yang menampung cucuran air curug.
         Daya tarik lainnya yang terdapat di sekitar Curug Cibareubeuy meliputi Situs Purbakala
yang berjumlah 4 (empat) buah, areal Bumi Perkemahan dan Hutan Pinus. Selain daya tarik tersebut diatas, di sekitar lokasi wisata banyak terdapat pengrajin Gula Aren yang dapat dinikmati langsung di tempat.

Aksebilitas
Untuk mencapai lokasi Curug Cibareubeuy dapat ditempuh melalui satu gerbang:
- Jalur masuk melalui Desa Cibeusi
- Jarak dari jalan utama 5 km
- Jarak dari loket masuk/gerbang 2 km
- Askes jalan 3 km jalan aspal dan 2 km jalan setapak

Disamping aksesibilitas tersebut di atas, lokasi Curug Cibareubeuy berdekatan dengan lokasi wisata lainnya, yaitu Pemandian Air Panas Ciater sehingga sangat potensial dapat menarik wisatawan.(www.tourismjavaisland.com)

Pantai Pondok Bali Subang

This beach (pantai) is located in the Mayangan Village, the Subdistrict Legonkulon the North part of Subang Regency.
You could reach this coast after followed approximately 9 kilometer from the Pamanukan city (the Pantura Highway) or 40 km from the Subang city to the side of north.(www.javatourism.com)
Merupakan obyek wisata pantai yang terletak di Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon Kab. Subang. Hamparan pasir yang membentang di pesisir laut utara menjadikan ciri khas wisata pantai, para wisatawan yang berkunjung ke obyek ini dapat melakukan kegiatan rekreasi seperti berenang, memancing di laut serta dapat menikmati keindahan pesona alam pada saat matahari terbenam.

Di pantai ini terdapat fasilitas seperti : Terminal perahu, arena bermain anak, arena voli pantai, area parkir, warung-warung makanan, dan kantor. Untuk memasuki kawasan ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 5.000.

Jalan menuju obyek wisata ini sudah beraspal, sehingga pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 atau angkutan umum.

CURUG CIJALU



Before it is called Cijalu, the waterfall is called Cikondang. There came a fighter or a man who had a 'jalu' or "Sih" (Spur), which denoted a man of bravery, since then the waterfall is called Cijalu.

Situated in Cipancar Village, Sagalaherang Sub District, Subang Regency. The height is about 70 meters and the distance from Subang is about 37 km to the south, from Bandung about 62 km to the North, and from Jakarta about 157 km via Subang. This site is very comfortable for camping.


Wana Wisata Curug Cijalu, Subang

Curug cijalu seluas 2ha termasuk KPH Bandung Utara, BKPH Wanayasa, RPH Tangkuban Perahu yang secara administrasi pemerintahan terletak diKabupaten Subang Kecamatan Sagala Herang Desa Cipancar.
Wana wisata ini terletak pada ketinggian 1.30m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang . Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700mm/th dengan suhu udara 18-26C.

Potensi Kawasan
Wana wisata ini terdiri dari hutan alam dan hutan tanaman, sumber air yang ada berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung. Potensi visual lansekap didalam kawasan yang menarik adalah air terjun, hutan alam dengan udara yang sejuk dan hutan tanaman.

Potensi Wisata
Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan yang dapat dilakukan adalah piknik, mandi air terjun, lintas alam dan mendaki gunung.

WW Curug Cijalu dibuka sejak 1 September 1984 berlokasi dihutan produksi blok Cijengkol RPH Tangkubanperahu Utara, BKPH Wanayasa Kab Purwakarta dan Desa Cipancar Kab Subang. Dengan luas 8ha daerah ini diproyeksikan sebagai obyek wisata.
Dulu sebelum dikelola air terjun itu sudah sering dikunjungi orang-orang keturunan Tionghoa. Mereka menganggap air terjun itu tempat mandi para bidadari, tutur seorang penduduk Desa Cipancar yang sudah tinggal disana lebih dari enam puluh tahun . Kepercayaan ini timbul lantaran saat matahari pagi memancar, akan bermunculan pelangi-pelangi kecil memantul dari air terjun.

Fasilitas
Fasilitas yang tersedia dilokasi wana wisata ini adalah loket karcis, pos jaga, tempat parkir, shelter, tempat sampah, jalan setapak, tempat duduk, mushola dan instalasi air.

Aksesbilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Wanayasa (18km), Sagala Herang (20km) dan dari KAbupaten Subang (37km) Purwakarta (40km) Bandung (63km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan hanya sebagian kecil yang masih berupa jalan batu, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. (www.okeaja.com)

Follower